Pelatihan Bakpia di Sapon dan Kisah Ibu-ibu

Iiq 02 Maret 2018 07:20:45 WIB

Sapon- KKN IIQ menawarkan program apa yang diinginkan ibu-ibu PKK Sapon, dan ibu-ibu PKK  meminta pelatihan membuat bakpia. KKN IIQ menyanggupi dan menentukan hari, kemudian KKN IIQ mempersiapkan bahan-bahan dan pelatih.
 
Minggu, 25/02/2018, sehabis Dzuhur, dilaksanakan pelatihan yang diinginkan ibu-ibu PKK. Pelatihan membuat bakpia. Bertempat di rumahnya Mbah Senen, RT 01 Sapon, lebih dari tiga puluh ibu-ibu dengan antusias mengikuti pelatihan ini.
 
Karena dari KKN IIQ tidak ada yang bisa membuat bakpia, maka dihadirkan pakar membuat bakpia yaitu Nasih Ulwan Ramadhan. Juragan Bakpia007 dari Imogiri, Bantul.
 
Bahan-bahan yang disediakan oleh KKN langsung digarap oleh para peserta. Dibawah bimbingan Nasih, ibu-ibu dengan khidmat memperhatikan setiap arahannya.
 
Ada beberapa KKN IIQ yang hadir dan menemani ibu-ibu memasak bakpia. Ayum Meilani, Sri Rohaina, Nurul Fatimah, Faikhatun, dan Toha Ziaulhaq.
 
Penanggungjawab pelatihan bakpia ini adalah Sri Rohaina dan Toha Ziaulhaq. Keduanya yang mendampingi Nasih, pelatih pelatihan bakpia ini.
 
Tepung terigu, minyak, butter, margarin, fullcream, cokelat, kacang hijau, dll. diolah sedemikian-hingga hingga menjadi bakpia seperti yang diinginkan.
 
Setelah adonan isi jadi, dan isian sudah tergulung adonan tepung terigu untuk kulitnya, maka segeralah bakpia dimasukkan ke oven/penggorengan bakpia. Dan terlihat para peserta berdebar-debar menunggu hasilnya. Apakah enak atau tidak? Keasinan atau kemanisan? Atau kesalahan yang lain? Menunggu hasil memang selalu mendebarkan. Termasuk menunggu bakpia matang dan siap hidang.
 
"Hambok yo ket wingi-wingi, Mbak(KKN), le nganakke CookingClass ki...." Salah satu ibu berkomentar sambil menunggui tungku. Memecah ketegangan.
 
(Kenapa tidak dari kemarin-kemarin KKN mengadakan acara CookingClass ini?)
 
Mendengar pilihan kata yang aneh dengan bahasa keminggris, semua ibu-ibu dan KKN yang hadir tertawa ngakak. Suasana menjadi sedikit cair dan meriah.
 
Saat sedang serius, Bu Suprih, salah satu santri TPA Ibu-ibu yang diasuh oleh KKN, berkata pada seorang ibu lainnya, "eh, eh, eh... gimana kalau kita(RT 01 dan RT 02), nganakke dziba'an?"
 
(Gimana kalau kita (RT 01 & RT 012) mengadakan Dziba'an sendiri?")
 
"Aku ki nek bengi repot e, Mbak Suprih. Sing cilik nangis, sing gedhe kon ngajari sinau. Sesuk nek anakku wis gedhe-gedhe." Jawab ibu yang tadi.
 
(Aku itu sudah repot, Bu Suprih. (Anakku) yang kecil nangis, yang besar suruh ngajari PR sekolah. Besok lah kalau anakku sudah pda besar.)
 
"Biyen muni nek wis ra duwe asu. Saiki muni sibuk. Njuk kapan awakke dewe ki le ngamal, hare?" Jawab Bu Suprih sambil tersenyum.
 
(Dulu bilangnya kalau sudah tidak memelihara anjing. Sekarang bilangnya sibuk. Lalu kapan sempat beramal?)
 
Lalu semua ibu-ibu nimbrung pembicaraan keduanya. Sebagian mendukung Bu Suprih, sebagian lagi mendukung Ibu yang satunya.
 
Hampir setiap saat selama pelatihan ibu-ibu selalu ceria dengan tingkah dan pilihan kata yang selalu bikin tertawa. Dari yang serius hingga yang hanya gurauan semata.
 
Kembali ke bapia.
Sebanyak 500an biji bakpia dibuat. Ada tiga rasa yang dibuat: cokelat, keju, dan kacang hijau. Kenapa hanya dibuat tiga rasa, karena keterbatasan waktu.
 
Setelah bakpia pertama keluar dari oven, semua ibu-ibu berebut untuk mencicipi. Saling pandang sebentar, hening, lalu mereka mulai tersenyum. Hasilnya tidak jauh dari bayangan mereka: enak. Lezat.
 
Semua hasil prakteknya dibagikan ke ibu-ibu yang ikut hadir dalam pelatihan. Sebagai buah tangan mereka sendiri. Sebagian dibagikan ke Pak Dukuh dan tokoh masyarakat.
 
Menurut Sri Rohaina, pelatihan ini sengaja diberikan ke ibu-ibu PKK Sapon karena memang seperti permintaan. Pengabdian KKN IIQ memang tidak hanya mengenai soal agama, namun juga hal-hal kemasyarakatan.
 
"Kalau program keagamaan, kita sudah menghidupkan TPA di dua masjid di Sapon. Masjid Ar-Rahmah dan masjid Al-Iklas. Juga TPA untuk ibu-ibu di masjid Ar-Rahmah. Bahkan di masjid Al-Iklas diadakan pelatihan hadroh." Ungkap Sri.
 
"Tapi selain di bidang keagamaan," lanjut Sri. "kita juga memberikan pelatihan bakpia, lomba memasak untuk ibu-ibu, cek kesehatan untuk warga, dan juga ada pelatihan kerajinan tempurung."
 
Sementara menurut Ibu Dukuh Sapon, ia merasa senang sekali dengan kegiatan pelatihan ini. Selain sebagai ajang silatuhmi ibu-ibu PKK, juga bisa menambah ilmu tentang masak-memasak.
 
Selalu menyenangkan bergaul bersama ibu-ibu PKK Sapon. Selain selalu gayeng dan meriah, selalu muncul ide segar yang bisa bikin tertawa bersama yang membuat suasana menjadi riang. Bahagia. (Jin)
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi SIDOREJO

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung